Kamis, 19 Mei 2011

Poltabes Yogya Identifikasi 16 Geng Pelajar

YOGYAKARTA - Poltabes Yogyakarta mengidentifikasikan ada 16 kelompok geng pelajar yang harus diwaspadai. Maraknya tindak pengrusakan bangunan oleh pelajar belakangan ini, mendesak Poltabes Yogyakarta untuk memetakan kelompok-kelompok geng pelajar di Kota Yogyakarta.

Berdasarkan forum dialog yang digelar Poltabes beberapa hari lalu, teridentifikasi sedikitinya da 16 geng pelajar. Langkah pembinaan pun ditempuh pihak Poltabes bersama instansi terkait Pemkot Yogyakarta untuk menekan terjadinya kerusuhan dan tawuran antarpelajar. "Masalah tauran dan kenakalan pelajar ini memang menjadi bahasan kami dalam rapat bersama DPRD Kota siang ini," ungkap Kabag Bina Mitra Poltabes Yogyakarta Kompol Widodo di DPRD Kota Yogyakarta, Rabu 27/2/2008) siang.

Sementara itu, dari hasil identifikasi Dinas Ketertiban (Dintib) Kota Yogyakarta, ada delapan geng pelajar dari delapan SMA swasta maupun negeri di wilayah Yogyakarta. Sebagai langkah cegah tangkal, Dintib makin aktif menggelar razia siswa bolos sekolah selama dua pekan terakhir.

Dalam forum rapat Komisi I DPRD Kota Yogyakarta bersama Poltabes dan instansi terkait itu, muncul sejumlah wacana termasuk pembubaran geng-geng pelajar yang telah teridentifikasi itu. Sementara pendapat lain lebih memilih untuk melakukan tindak pencegahan, ketimbang membubarkan geng.

Anggota komisi I DPRD Kota Yogyakarta Yusron Ahmadi, pembubaran geng pelajar dirasa tidak perlu dilakukan. "Mereka itu geng liar, yang tidak dibentuk oleh pihak manapun. Artinya, kalu mau dibubarkan, pertanyaannya apa yang akan dibubarkan, karena yang mebentuk kan tidak ada," ujar Yusron.

Sementara itu menurut pejabat Bagian Pengembangan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Hamim Zarkasih, saat ini pelajar kurang memiliki wadah untuk berekspresi. "Pelajar memang butuh ruang berekspresi yang luas. Tidak hanya kegiatan ekstra di sekolah. Sebab, ekstrakurikuler di sekolah realitanya lebih mengarah pada memberi beban kepada siswa," jelas Hamin yang tengah menngerjakan desertasi dengan tema tawuran pelajar.


http://news.okezone.com/read/2008/02/28/1/87353/poltabes-yogya-identifikasi-16-geng-pelajar
Read More..

Tanggapan Boda atas matinya anak Gama

Sadis, itulah yang dilakukan pelajar SMU Bokri II, FY (18). Anak pertama dari empat bersaudara ini nekat membawa senjata tajam jenis celurit saat terjadi tawuran pelajar di simpang tiga Jalan Prof Yohanes, tepatnya di belakang Gallery Mall Yogyakarta.

Bahkan, celurit yang di bawanya itu mendarat di dada bagian kiri lawannya, pelajar kelas II SMU Gama Yogyakarta, AdityaWilama Putra (17) pun roboh. Akibatnya, Aditya mengembuskan nafas terakhir di RS Panti Rapih Yogyakarta beberapa jam setelah insiden tawuran pelajar ini.

"Saya sendiri tidak tahu masalahnya apa, tapi beberapa hari sebelumnya ada teman kami yang dikeroyok. Mereka (SMU Gama) menggunakan gir bekas motor, dan saya bawa celurit hanya untuk jaga diri saja. Saat terjadi tawuran kemarin, saya pake," ucap pelajar yang baru menyelesaikan Ujian Nasional pada 18-20 April kemarin di Mako Polsekta Gondokusuman Yogyakarta, Jum'at (22/4/2011).

Pelajar pindahan dari SMU 11 Yogyakarta setahun yang lalu ini juga mengakui telah menancapkan celurit yang dibawanya saat terjadi tawuran pada Kamis 21 April kemarin sekira pukul 13.00. Saat disinggung korban tewas, Febrian mengaku sudah mengetahuinya.

“Saya tahu tadi pagi diberi tahu keluarga dan bapak polisi. Saya khilaf mas, dengan tulisan yang mas tulis, saya menyesal dan mohon maaf kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Saya juga mohon maaf kepada ibu, bapak, dan adik-adik (keluarga,red) dan sekolah," ucap pelajar bertindik pada bagian kuping sebelah kiri ini.

Kapolsekta Gondokusuman Kompol Hadi Sutomo mengatakan, penangkapan terhadap tersangka Febrian setelah mengumpulkan keterangan beberapa saksi-saksi di lokasi kejadian dan laporan beberapa korban.

"Tadi malam kami mengamankan tiga orang pelajar. Dari situlah mengarah pada Febrian yang membawa senjata tajam. Awalnya dia (Febrian,red) mengelak, namun setelah mendapatkan cukup bukti dan tidak bisa mengelak lagi. Dia mengakui semua perbuatannya," tegas Hadi.

Mantan Kabag Ops Polres Sleman ini menambahkan, tersangka akan dijerat dengan pasal 351 dan 170 KUHP tentang penganiayaan. Ancaman hukuman lebih dari lima tahun penjara. "Bukan pembunuhan, tapi pengganiayaan yang menyebabkan korban meninggal," jelasnya.
Terusan dari : http://jogja-riot.blogspot.com/2011/05/siswa-smu-gama-tewas-disabet-clurit_13.html


(RIB)
http://www.serbaseru.com/2011/04/berita-tawuran-pelajar-di-yogyakarta.html
Read More..

Rabu, 18 Mei 2011

(Berita Lama) Usai Tanding Basket, Pelajar SMA Yogyakarta Tawuran

Yogyakarta - Dua kelompok pelajar SMA di Yogyakarta terlibat tawuran usai pertandingan bola basket. Akibatnya, beberapa orang dari mereka mengalami luka-luka. Peristiwa itu terjadi di GOR Amongrogo, Yogyakarta, tempat berlangsungnya kejuaraan Bola Basket Piala Exxos, Selasa (7/9/2004). Saat itu bertanding SMA Santo Thomas dan SMA Taman Madya Taman Siswa. Saat wasit meniup peluit tanda selesainya pertandingan yang dimenangkan SMA Santo Thomas, tiba-tiba para suporter kedua kelompok terlibat perdebatan. Belum sempat di lerai, kedua kelompok suporter yang ada di balkon malah langsung baku hantam. Tidak sekedar baku hantam, botol-botol minuman, beberapa di antaranya ada botol minuman keras, berterbangan. Beberapa di antara botol itu sempat 'mampir' di kepala para pelajar. Ujungnya, 4 siswa Santo Thomas luka-luka. Beruntung tidak berapa lama kemudian puluhan petugas dari Polres Umbulharjo berhasil menenangkan situasi. Untuk menghindari bentrok lanjutan, kedua kelompok dikawal pulang ke sekolah masing-masing. Beberapa suporter SMA Taman Madya yang masih emosional sempat berniat merusak sepeda motor di tempat parkir. Namun sial bagi mereka, niat tersebut malah membuat 2 orang Taman Madya yang terlibat mabuk, menjadi bulan-bulanan para tukang parkir. Saat ini kondisi di lokasi kejadian sudah bisa diamankan oleh polisi. Meski demikian beberapa orang polisi masih terlihat berjaga-jaga.



(RAKIDH)
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2004/bulan/09/tgl/07/time/170214/idnews/204376/idkanal/10
Read More..

Buntut Tawuran Pelajar Siswa SMA Bopkri 2 Pulang Dini

 Yogyakarta - Buntut diserangnya SMA Bopkri 2 oleh ratusan pelajar SMA lain di Yogyakarta, para pelajar di SMA itu dipulangkan lebih awal. Selama seminggu, mulai hari Rabu (5/9/2007), mereka juga diminta tidak mengenakan seragam sekolah. Keputusan tersebut diambil setelah pihak SMA 2 Bopkri berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta dan Kepolisian Kota Besar Yogyakarta. Semua sekolah yang diduga ikut terlibat aksi penyerangan juga diminta meredam dan menenangkan para siswa. Di SMA Bopkri 2, di Jl Jenderal Sudirman Yogyakarta, hari ini Selasa (4/9/2007) setelah jam pelajar kedua, pihak sekolah langsung memberikan pengarahan kepada siswa. Kepala Sekolah Drs Priyanto kepada wartawan mengatakan pihak sekolah meminta semua siswa untuk tenang dan tidak terpancing emosi yang bisa merugikan sendiri. "Mulai besok hingga tanggal 12 September, sekolah memutuskan siswa boleh berpakaian bebas, tapi bukan pakai kaos. Yang penting sopan," katanya. Dia mengkhawatirkan bila siswa tetap berseragam biasa, yakni pakaian putih dan abu-abu dengan badge identitas sekolah, akan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Hal ini juga untuk menghindari keributan di tengah jalan saat siswa berangkat atau pulang sekolah. Selain itu, kata dia, semua jam mata pelajaran juga dikurangi masing-masing 10 menit. Dengan demikian waktu pulang sekolah juga lebih awal. Sekitar pukul 11.30 WIB, siswa sudah bisa pulang ke rumah. "Ini untuk menghindari agar siswa tidak bertemu di jalan dengan sekolah-sekolah yang kemarin mau menyerang. Kami juga meminta siswa langsung pulang ke rumah, tidak usah mampir-mampir atau pergi ke tempat lain," katanya. Sementara itu berdasarkan pantauan detikcom, sejumlah aparat keamanan masih tampak menjaga gedung SMA Bopkri 2.
Terusan dari : http://jogja-riot.blogspot.com/2011/05/awal-mula-oestad-vs-pastoer.html


(RIB)
http://www.detiknews.com/read/2007/09/04/112727/825395/10/siswa-sma-bopkri-2-pulang-dini
Read More..

Sleman lagi ....

SLEMAN: Puluhan pelajar terlibat aksi tawuran di depan SMK Jamblangan, Seyegan, Senin (11/10) siang, pukul 14.00 WIB. Beruntung, aksi tawur tersebut segera dibubarkan aparat Polsek Seyegan. Informasi yang dihimpun, aksi tawuran itu melibatkan pelajar dari SMK Jamblangan yang berseteru dengan pelajar SMA Negeri Tempel.
Benih-benih pertikaian antara kedua sekolah sudah berlangsung lama. Kejadian pada Senin siang ini dipicu oleh aksi saling ejek antara  kelompok pelajar SMK Jamblangan dengan pelajar SMAN Tempel melalui sarana pesan singkat (SMS

Aksi saling ejek lewat SMS tersebut membuat suasana menjadi panas. Sekitar pukul 14.00 WIB, ketika para pelajar SMK Jamblangan selesai mengikuti pelajaran di sekolah dan berniat pulang ke rumah, tiba-tiba muncul sekelompok pelajar yang teridentifikasi dari SMAN Tempel, datang mengendarai belasan sepeda motor dan menggeber knalpot sehingga menimbulkan kegaduhan.

Terpancing emosinya, puluhan pelajar SMK Jamblangan langsung mengadang. Akibatnya perkelahian tak dapat dihindarkan. Aksi aksi saling lempar langsung terjadi. Mendapat informasi tersebut, petugas Polsek Seyegan langsung terjun ke lokasi untuk meredakan ketegangan. Tercatat sedikitnya 15 motor diamankan oleh petugas di lokasi kejadian.

Beberapa siswa yang ditemui di depan sekolah mengaku risau dan takut pulang ke rumah karena bisa dicegat di tengah jalan. Mereka juga takut karena ada informasi melalui SMS bahwa sekelompok pelajar dari salah satu sekolah kejuruan di Kota Jogja sedang menuju ke SMK Jamblangan.

Kapolsek Seyegan, AKP Supardi yang dihubungi Senin sore membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, perkelahian antarpelajar itu tidak menimbulkan korban luka. Para pelajar yang terlibat sempat diamankan di Mapolsek, sebelum diizinkan pulang.

 
http://www.harianjogja.com/beritas/detailberita/HarjoBerita/18477/saling-ejek-puluhan-pelajar-sma-tawuran-di-seyegan-view.html

Read More..

Sleman eksist juga ...

SLEMAN: Aksi perkelahian antarpelajar atau tawuran kembali terjadi di Seyegan yang melibatkan 2 sekolah, Sabtu (16/10) siang. Hingga Sabtu sore, polisi masih berjaga-jaga di sekitar SMAN 1 Seyegan, Sleman untuk mengantisipasi aksi tawuran lanjutan.

Informasi yang dihimpun Harian Jogja, aksi perkelahian itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB di area persawahan sebelah utara SMAN 1 Seyegan.

Awalnya, sepulang sekolah, para pelajar langsung bersiap kembali ke rumah, untuk kemudian datang kembali ke sekolah guna mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.

Namun begitu pulang beberapa pelajar yang melewati jalan di sebelah utara sekolah, tiba-tiba diadang oleh puluhan pelajar yang diduga merupakan gabungan dari sekolah SMK Jamblangan, Seyegan, serta SMK dan SMA Sedayu, Bantul. Tercatat satu pelajar yang belum teridentifikasi menjadi korban pengeroyokan tersebut.

Setelah dikeroyok, mereka langsung melarikan diri ke rumah penduduk sekitar. Beberapa saat kemudian, rekan-rekannya yang masih berada di sekolah segera menuju ke lokasi perkelahian. Namun, kelompok pelajar pelaku pengeroyokan sudah melarikan diri.

Selang beberapa saat, ada isu yang menyebut SMAN 1 Seyegan akan diserang sehingga para siswa langsung mempersiapkan diri di depan sekolah.

Jajaran Polsek Seyegan dipimpin oleh Kapolsek, AKP Supardi langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan dibantu oleh jajaran Samapta Polres Sleman.

Tak hanya itu, Kapolsek juga memerintahkan jajarannya untuk menyisir jalan-jalan di sekitar sekitar Desa Margoagung, namun tidak menemukan gerombolan pelajar dalam jumlah yang besar.

Kapolsek Seyegan, AKP Supardi yang ditemui di lokasi mengatakan biasanya pada hari Sabtu banyak sekolah yang pulang lebih cepat dari biasanya. Begitu juga dengan para guru yang langsung pulang, sehingga pengawasan terhadap pelajar menjadi longgar yang akhirnya mereka leluasa bergerombol dan terlibat tawuran.

Pihak sekolah, kata Supardi, juga kurang koordinasi dengan sekolah lainnya yang biasa terlibat aksi tawuran. "Seharusnya koordinasi agar jam pulang sekolahnya tidak bersamaan", jelas Kapolsek.
Read More..

Selasa, 17 Mei 2011

Sehari SMKN 2 Depok diserang 2 kali

SLEMAN: SMKN 2 Depok (STM Pembangunan) yang berlokasi di Mrican, Caturtunggal, Depok, diserang oleh kelompok geng pelajar, Sabtu (2/10). Dua orang pelajar dari kelompok penyerang diamankan polisi. Informasi yang dihimpun, pada hari yang sama, sekolah ini diserang sebanyak dua kali, yakni di pagi dan siang hari oleh 2 kelompok pelajar yang berbeda.

Kejadian pertama terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, belasan pelajar yang teridentifikasi berasal dari SMAN Babarsari, Caturtunggal, Depok melakukan aksi provokasi di depan sekolah tersebut.

Tak ayal lagi, tawuran pun langsung terjadi antara kedua belah pihak. Beruntung kejadian tersebut segera diredakan oleh pengurus sekolah yang langsung berkoordinasi dengan pengurus SMAN Babarsari yang langsung mempertemukan para pelajar yang terlibat tawuran, kemudian didamaikan.

Setelah itu situasi sekolah kembali tenang seperti sedia kala. Namun, pada siang harinya, sekitar pukul 13.00 WIB, datang sekelompok pelajar lainnya yang mengaku berasal dari Geng pelajar yang bernama Voster lewat di depan SMKN 2 Depok, sambil menggeber-geberkan knalpot sepeda motor mereka. Tak hanya itu, ada seorang pelajar SMKN 2 Depok yang sengaja ditabrak oleh 2 orang pelajar.

Aksi provokasi itu memancing emosi pelajar SMKN 2 Depok yang berbondong-bondong keluar dari sekolah mereka dan mengejar kelompok penyerang yang melarikan diri ke arah utara.

Sialnya, dua pelajar yang teridentifikasi bernama Resa Mukti,16, pelajar dari SMK Taman Madya serta Muhamad Firdaus,16, siswa SMKN 3 Jogja , langsung terkepung dan dihajar beramai-ramai hingga babak belur.

Beruntung keduanya segera diamankan ke ruang Bimbingan Konseling (BK) oleh pihak sekolah. Setelah dimintai keterangan, mereka mengaku telah menabrak salah seorang pelajar SMAN 2 Depok.

Pantaun Harian Jogja, ratusan pelajar SMKN 2 Depok langsung bersiaga di depan sekolah mereka. Sebagian mempersenjatai diri mereka dengan menggunakan batu dan kayu.

Beberapa pelajar yang ditemui mengaku takut untuk pulang ke rumah karena bisa disergap di tengah jalan. Mereka pada umumnya tahu kalau Geng Foster merupakan geng sekolah dari SMKN 3 Jogja.

Kepala sekolah SMKN 2 Depok, Aragani Mizan Zakaria mengatakan kejadian ini bukan perkelahian antarsekolah, tapi merupakan kejadian yang melibatkan oknum pelajar yang tergabung dalam geng sekolah.

Ia menambahkan sudah berkoordinasi dengan sekolah asal para pelajar yang terlibat tawuran seperti di SMAN Depok serta SMKN 3 Jogja. Hal ini untuk mengantisipasi kejadian lanjutan yang tidak diinginkan. Selain itu pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian.



(XTM vs BBC - VOZTER)
http://www.harianjogja.com/beritas/detailberita/HarjoBerita/18255/sehari-smkn-2-depok-diserang-2-kaliview.html
Read More..

Minggu, 15 Mei 2011

Awal mula Oestad vs Pastoer

(koran Kedaulatan Rakyat dengan sub-judul Pelajar Terlibat Tawuran, Sekolah Diminta Beri Sanksi Tegas)
tulisan allah tuh di coret2 ketika pertandingan futsal antar sma se yogya yg di selenggarakan oleh PAN
pertandingan ini BODA vs Muga(muhammadiyah 3)
gampang bgt klo masalah kek gini bisa sampe tw org luar..
terutama bagi kalangan pelajar(termasuk saya sendiri..)

neh ak tulisin beritanya..(bagian yg penting aja yah cz bnyk bgt T_T)

Sementara itu, Senin kemarin puluhan siswa dari 4 Sekolah Menengah Atas (SMA) swasta di Yogyakarta,Senin (3/9) siang nyaris terlibat keributan dengan sebuah SMA swasta di Yogyakarta. keributan dipicu dari kesalah pahaman yg terjadi tiga hari sebelumnya,terkait dengan penyelenggaraan kegiatan olah raga.Tetapi berkat kesiagaan petugas Polsektabes Gondokusuman dan Poltabes Yogyakarta, keributan antar pelajar itu berhasil di kendalikan.
Petugas Polsektabes Gondokusuman Yogyakarta AKP Suhartoyo dan Dalmas Poltabes Yogyakarta dipimpin Bripka Jawardi langsung mendatangi TKP.Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Drs Syamsuri dan Kepala Sekolah Swasta yang menjadi sasaran penyerbuan segera melakukan langkah preventif dengan membubarkan seluruh siswanya sebelum situasi berubah lebih kacau.

yang di tulis di koran ak bilang kurang terbuka dan kurang benar..
dikatakan di koran cm 4 sekolah swasta..
padahal puluhan sekolah..
dan di koran tidak menyebutkan pemicu terjadinya keributan ini ketika petandingan futsal yaitu penghinaan Allah..dan pihak kepolisian mengatakan bahwa ini adalah tindak tawuran..

faktanya..
ribuan pelajar berniat untuk aksi protes yg tidak berujung pada anarki...
niat awal..
mereka menitipkan motor di Lapangan Kridosono..
setelah di titipkan mereka akan berjalan beramai-ramai..
tetapi..
di Kridosono sudah di jaga ketat oleh polisi..
dan beberapa yg sudah sampai di sana..
malah terjadi pemukulan oleh polisi padahal mereka tidak melakukan tindak kriminal..
akhirnya sebagian berputar arah..
sebagian ada yg melewati Kompleks Masjid Syuhada..
di sana juga di hambat oleh polisi..
terjadi pemukulan juga..
dan sebagian laen..
langsung menuju BODA..
karena telah di jaga oleh polisi..
polisi bersiap2 seakan-akan mau memukuli pelajar..
mungkin di karenakan jalan satu arah di daerah BODA di penuhi oleh para penunggang motor..
ketika berniat memarkirkan motor..
puluhan polisi berlari menuju pelajar..
akhirnya dari pada menambah korban pemukulan...
pelajar berbalik arah...

mungkin klo sebagian di IF menganggap berita ini bohong...
bisa di tanyakan ke beberapa pelajar SMA di Kota Jogja (sma kotanya loh..)
atau klo punya teman di daerah galeria,syuhada,kridosono,atau daerah2 sekolahan..
pasti mereka akan lihat jalanan di padati ribuan pelajar..

memang sih...di jogja tawuran antar sekolah sudah hal yg biasa..
tawuran2 yg cm melibatkan puluhan - ratusan pelajar itu sudah sangat sering terjadi..
pelakunya pun biasanya hanya kelompok anak2 nakal..dan jarang sekali berbuntut sampai polisi
tapi kali ini..
mereka datang bukan karena tawuran...
dari berbagai tipe pelajar(yg rajin,alim,ga pernah neko2,dan sebagainya) mereka ikut aksi ini..karena merasa tergugah hatinya untuk membela Allah..hanya sekadar niatan melakukan aksi protes..tapi malah berujung pada aksi pemukulan oleh pihak polisi yg menganggap aksi ini adalah aksi tawuran..


(RIB vs GRIXER-OESTAD-RANGER-RESPECT)
Read More..

Ratusan Pelajar SMK Piri I Yogyakarta Rusak Sekolah

Yogyakarta, 18 Pebruari 2008 11:34
Ratusan pelajar kelas 2 dan 3 SMK Piri I Banciro, Kota Yogyakarta, Senin, melakukan aksi anarkis dengan merusak sekolah, karena kecewa terhadap kepemimpinan kepala sekolah, yang dinilai terlalu mudah mengeluarkan siswa yang dianggap melanggar peraturan sekolah.

Pada pukul 07.30 WIB saat seharusnya para siswa masuk sekolah, mereka tidak bersedia masuk kelas melainkan bergerombol di halaman untuk memprotes kepemimpinan kepala sekolah.

Aksi bergerombol tersebut kemudian berbuntut pada tindakan anarkis. Beberapa siswa memecah kaca sekolah bagian depan serta melakukan aksi corat coret dengan cat semprot dengan kata-kata kasar yang ditujukan kepada kepala sekolah.

Namun, aksi tersebut tidak berlangsung lama, karena dua truk pasukan Pengendalian Massa (Dalmas) Poltabes Yogyakarta segera tiba di lokasi. Mereka langsung mengamankan situasi dan membawa sejumlah siswa ke poltabes.

Menurut sejumlah siswa yang tidak bersedia disebutkan namanya, aksi tersebut dilakukan karena mekanisme yang digunakan sekolah untuk mengeluarkan siswa terlalu mudah.

Menurut mereka, sudah banyak siswa SMK Piri I yang dikeluarkan dari sekolah hanya karena melakukan pelanggaran disiplin ringan.

Melalui aksi tersebut, mereka menuntut kepala sekolah bersikap lebih longgar. SMK Piri I adalah sekolah yang seluruh siswanya laki-laki.


(STEPIRO)
http://www.gatra.com/2008-02-18/artikel.php?id=112331
Read More..

Kemungkinan Oestad vs Ganza

JOGJA -- Tawuran antarpelajar, Sabtu (3/10) siang, terjadi di dua tempat yaitu di depan SMU 9 Jogja dan simpang empat Mirota Kampus Jalan C Simanjuntak, melibatkan dua kelompok siswa SMA swasta.
Sempat terjadi saling serang dan lemparan batu. Beberapa motor rusak akibat lembaran batu dan dipukul dengan benda tumpul. Tidak ada korban dalam peristiwa ini.
Sumber yang berhasil dihimpun Bernas Jogja, sepulang sekolah puluhan pelajar melintas di sebelah barat SMA Swasta di Jalan Jenderal Sudirman, melempari sejumlah siswa SMA dengan batu.
Mendapat serangan, mereka melawan dengan lemparan batu pula. Sejumlah warga yang kebetulan lintas di Jalan itu memilih berhenti dan bersembunyi di balik pepohonan.
Tawuran itu berhenti setelah anggota gabungan Samapta, Reskrim, Intelkan dan Sat Lantas Poltabes Jogja tiba di lokasi kejadian. Para siswa berhamburan melarikan diri.
"Petugas gabungan dari Poltabes dan Polsektabes Gondokusuman mengamankan 7 unit sepeda motor dan 5 tas yang diduga milik siswa sebuah SMA swasta di Jetis yang tertinggal pada saat melarikan diri. 7 unit motor dan 5 tas dibawa ke Poltabes," kata saksi Hayadi, warga Banguntapan, Bantul.
Ketujuh sepeda motor yang diamankan anggota gabungan di antaranya Yamaha Jupiter AB 2952 SA, Supra Fit AB 2584 WA, Suzuki Shogun AA 3827 EK, Supra fit AB 2751 QA, Shogun 125R AA 2169 HA, Jupiter AB 3470 ZI dan AB 2625 RN..
Sedangkan tawuran di simpang empat Mirota Kampus Jalan C Simanjuntak, salah satu dari SMA swasta di Jetis diserang seorang siswa sebuah SMA swasta di Jalan Jenderal Sudirman.
Wakasat Reskrim Poltabes Jogja, AKP Sudarsono SH dan Kaurbin Ops Sat Reskrim, Fajar Gemilang menyatakan benar adanya tawuran tersebut. Pihaknya masih memintai keterangan beberapa saksi. Sedangkan sejumlah sepeda motor yang diamankan menunggu pemiliknya mengambil.


(OESTAD vs GANZA)
Read More..

Sabtu, 14 Mei 2011

Daerah Rawan Tawuran Dipetakan

YOGYAKARTA – Jajaran Polsek Gondokusuman,Kota Yogyakarta, mulai memetakan wilayah yang berpotensi dijadikan lokasi tawuran pelajar. Upaya ini untuk meminimalisasi aksi balas dendam pasca tewasnya siswa SMA Gama Yogyakarta dalam aksi tawuran beberapa hari lalu.


”Ada beberapa titik yang kita waspadai,yakni di seputaranSagan, Terban,Gondokusuman, Jalan Tunjung, Baciro dan Kota Baru,” kata Kapolsek Gondokusuman Kompol Hadi Sutomo kemarin. Upaya yang dilakukan antara lain melakukan patroli keliling pada jam-jam pulang sekolah terutama pada lokasi yang sudah dipetakan.Kegiatan patroli keliling ini dimaksudkan untuk mengantisipasi adanya aksi balas dendam yang menyulut tawuran susulan. ”Kepolisian juga meningkatkan peran Babinkamtibmas untuk melakukan koordinasi dengan pihak sekolah,”ujar Hadi.


Sebelumnya diberitakan,aksi tawuran berujung maut kembali menondai Kota Pelajar.Kelompok siswa SMU Gama (Tiga Maret) bentrok siswa SMU Bopkri 2 di simpang tiga Jalan Prof Yohanes Yogyakarta, tepatnya di belakang Galeria Mall. Tawuran ini mengakibatkan Aditya Wilama Putra, 17, siswa SMA Gama tewas bersimbah darah. Bentrokan terjadi pada Kamis (21/4) sekitar pukul 12.00 WIB. Awalnya, korban bersama tujuh orang temannya sedang jalan mengendarai empat sepeda motor. Di lokasi kejadian, rombongan korban dicegat dua orang dari SMA Bopkri 2 Yogyakarta yang juga mengendarai sepeda motor.


Saat itu terjadi perselisihan antara dua kelompok ini. Salah seorang pelajar dari SMA Bopkri 2 menunggu di lokasi. Sedang satu orang lainnya pergi mencari bantuan teman-temannya yang lain. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta, Edi Hery Suasana menyatakan,untuk mencegah aksi tawuran susulan pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) rencananya tidak diumumkan serentak di sekolah, namun akan diantar melalui surat ke rumah siswa. ”Kami harap cara ini dapat mencegah adanya aksi konvoi yang dapat memunculkan perkelahian,” ucapnya. Edi menuturkan, sebelum pelaksanaan UN kasus tawuran pelajar juga hampir terjadi. Namun, aksi tersebut dapat dicegah karena rencana aksi bentrokan ini sebelumnya sudah didengar pihak sekolah dan instansinya.


”Mereka (siswa) kami kumpulkan dan akhirnya berdamai, salaman bahkan foto-foto bareng,” jelasnya. Menurut dia, upaya antisipasi tawuran ini sudah lama dilakukan dengan membangun kerja sama antara Dinas Ketertiban dan kepolisian. Bentuk kerja sama ini dilakukan dalam bentuk kegiatan operasi secara berkala. Disdikpora juga telah membentuk Forum Komunikasi Pengurus Osis (FKPO), Forum Pembina Osis (FPO) serta pengoptimalan peran guru dari MGMP olah raga karena diakui kebanyakan siswa takut kepada guru olahraga.


”Kepada pihak sekolah kami juga telah memerintahkan begitu selesai UN untuk mengamankan siswa masing-masing,” katanya. muji barnugroho




http://jogjainfo.net/daerah-rawan-tawuran-dipetakan.html
Read More..

Siswa SMU Gama tewas disabet clurit

Kamis (21/4) pukul 12.00 wib bertempat di depan toko Kado Kita jl. Prof Yohanes Gondokusuman Yogyakarta telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh pelajar SMU Bopkri II Yogyakarta berinisial FB (17) alamat Demangan GK. I Gondokusuman Yogayakarta yang masih menggunakan seragam sekolahnya hingga korban Aditya Wilana Pratama (17) alamat Jl Magelang Yogyakarta tewas mengalami luka bacok pada dada sebelah kiri 5 cm. Kejadian berawal korban bersama 6 teman lainnya mengendarai motor menuju ke rumah temannya, namun sampai ditujuan temannya tidak ada. Kemudian rombongan tersebut menuju ke jl.Prof Yohanes Yogyakarta sesampai di depan toko Kado Kita mereka berpas-pasan dengan rombongan siswa SMU Bopkri II yang berjumlah sekitar 20 siswa. Setelah berhenti, kemudian korban ditanya oleh salah satu satu pelajar SMU Bopkri II “ anak mana kamu?” kemudian korban menjawab “dari anak Gama”, setelah itu tanpa sebab yang jelas rombongan pelajar SMU Gama diserang dan terjadi perkelahian. Namun karena kalah banyak pelajar SMU Gama berlarian dan korban yang saat itu berada paling belakang, korban terkena sabetan clurit, melihat korban terluka pelaku serta pelajar SMU Bopkri lainnya melarikan diri. Kemudian rekan korban kembali menyelamatkan korban dan dilarikan ke rumah sakit Panti Rapih Yogyakarta untuk mendapatkan perwatan, selang 2 jam dirawat korban meninggal dunia.
Setelah terjadinya aksi perkelahian pelajar antara SMU Gama Yogyakarta dan SMU Bopkri II Yogyakarta, petugas Sat Lantas yang sedang berjaga di Pos Lantas Galeria Mall mencurigai 4 pelajar yang sedang nongkrong di depan SMU Bopkri II, kemudian petugas melakukan penggledahan dan menemukan satu buah clurit yang disimpan didalam tas pelaku serta jaket jamper yang berlumuran darah. Selanjutnya pelaku diamankan di Polsekta Gondokusuman Yogyakarta untuk diperiksa.



(RIB vs REGAZT)
http://www.polri.go.id/berita/12416
Read More..

Kamis, 12 Mei 2011

Sistem Genkschol Jogja

Jogja adalah kota nomer 2 setelah Jakarta yang terkenal tawuran nya.
Sistem genk sekolah Jogja berbeda dengan kota-kota lainnya. Bahkan sistem tawuran nya berbeda.
Berikut adalah sistem tawuran nya :
1. Kliteh / Konvoi
  • Kliteh adalah konvoi memutari kota dan biasanya dilewatkan ke wilayah atau markas genk musuh dan bertujuan untuk terciptanya tawuran. Kliteh menggunakan motor yang dinaiki 2 orang, yaitu Jongki dan si pembonceng, Kliteh memakai formasi 2-2 (2 motor kebelakang).
2. Gembyeng
  • Gembyeng adalah keadaan saat sudah terjadi tawuran. Genk sekolah satu sama lain sudah turun dari motor dan sudah saling menyabetkan sajam atau melempar batu.
3. Ngetem
  • Ngetem adalah membagi kelompok menjadi dua, sebagian besar menunggu di suatu tempat dan sisanya memancing musuh untuk dibawa ke tempat kelompoknya menunggu.
4. Tempuk Motor
  • Tempuk Motor adalah proses tawuran tapi masih pada posisi diatas motor.
5. Janjian
  • Janjian adalah tawuran yang direncanakan. Genk sekolah sudah janjian mau ketemu disuatu tempat untuk melakukan Tawuran. Model ini sudah jarang digunakan.
Genk sekolah Jogja juga memiliki sistem yang berbeda, dan itu tergantung pada beberapa jabatan.
Jabatan dalam genk biasanya terdiri dari : 
 1. Penggerak 
  • Penggerak adalah orang yang memimpin genk sekolah tersebut. Biasanya ia sudah dipilih oleh angkatan sebelumnya. Penggerak haruslah orang yang bijaksana dan bertanggung jawab. Penggerak belum tentu yang megang genk tersebut. (tiap angkatan harus sudah ada)
2. Koordinator
  • Koordinator adalah orang yang mengurusi semua perintah dari Penggerak, bahkan saat Penggerak ingin mengumpulkan dana/massa, ato sedang ada seilerkileran(sumbangan dana seikhlasnya). Lebih mirip nya dengan tangan kanan nya Penggerak. (tiap angkatan sudah ada)
3. Bendahara
  • Bendahara adaalah orang yang memegang keuangan genk sekolah tersebut.
4. Juru Bicara / Jubir
  • Jubir adalah orang yang pandai berbicara. Jubir dibutuhkan saat ada perundingan dengan sekolah lain atau saat ada forum pada genk tersebut.
4. Garis Keras
  • Garis Keras adalah orang yang berani atau nekat. Pada saat konvoi Garis Keras berada di paling depan/belakang untuk melindungi konvoi tersebut. Dan saat sudah terjadi tawuran mereka berada di paling depan.
5. Jago Sparing
  • Jago Sparing biasanya adalah orang yang memiliki background ilmu bela diri atau atlet olahraga tertentu. Mereka diajukan saat menantang/ditantang sekolah lain sparing.
6. Penggede
  • Penggede adalah orang yang menjadi panutan di angkatannya atau angkatan adik kelas nya. Biasanya Penggede adalah orang yang tidak naik atau dikeluarkan dari sekolah tapi masih aktif di genk tersebut.
7. Alumni
  • Alumni adalah orang yang ankatan nya sudah lulus tapi masih aktif di genk tersebut.
8. Spy / Mata-mata 
  • Spy adalah orang yang tinggal di kawasan musuh. Tugas dia adalah memantau dan melaporkan perkembangan, kemajuan, atau kemunduran genk musuh.
9. Tukang Vandal
  • Tukang Vandal adalah orang yang hobi coret-coret. Tugas dia adalah melakukan vandal tags genk sekolahnya sebanyak-banyaknya di malam hari.
Read More..

Rabu, 11 Mei 2011

Genkschool Jogja II

SMK (Sekolah Menengah Kejuruan)
  • Alamat : Jl. Kemetiran Kidul No 35 Yogyakarta
  • Genkschool : -
  • Alamat : Jl. AM Sangaji 47 Yogyakarta
  • Genkschool : STEMSA (Squad Team Jetis Satu)
  • Alamat : Jl. R.W. Monginsidi No 2 Yogyakarta
  • Genkschool : VOZTER (Revolution Zhetis Loro)
  • Alamat : Jl. Sidikan 60 Umbulharjo, Yogjakarta
  • Genkschool : FORKAT
  • Alamat : Jl. Kenari No. 71 Yogyakarta
  • Genkschool : VASCAL (Vandalisme Esemcka Lima)
  • Alamat : Jl. Kenari No. 4 Yogyakarta
  • Genkschool : -
  • Alamat : Gowongan Kidul JT. III / 416 Yogyakarta
  • Genkschool : SKV
  • Alamat : Jl. Nitikan No. 48 Umbulharjo Yogyakarta
  • Genkschool : -
  • Alamat : Jl. Kapas No. 1 Yogyakarta
  • Genkschool : REMOM (Revolution Moeha of SMK)
  • Alamat : Jl. Pramuka 62 Giwangan, Yogyakarta
  • Genkschool : MORENZA (Moega Rajane Zogja)
  • Alamat : Jl. Suryodiningratan MJ 2/862 Yogyakarta
  • Genkschool : -
  • Alamat : Jl. Kalisahak No . 26 Komplek Balapan, Yogyaakrta
  • Genkschool : ZPRIN (Zerdadu Perindustrian)
  • Alamat : Jl. Pakuningratan 34 A Jetis Yogyakarta
  • Genkschool : TAMZIZ
  • Alamat : Jln. Kemuning No. 14 Baciro, Yogyakarta
  • Genkschool : STEPIRO (Serdadu Tempur Piri Revolution)
  • Alamat : Jl. Letjend MT Haryono 23 Yogyakarta
  • Genkschool : -
  • Alamat : Jl. Ibu Ruswo 35 Yogyakarta
  • Genkschool : SMF 
17. SMK Pembangunan
  • Alamat : Mrican, Catur Tunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta  
  • Genkschool : XTM (Xtra Trouble Maker)

Read More..

Senin, 09 Mei 2011

Genkschool Jogja

SMA (Sekolah Menengah Atas)
  • Alamat : Jl. HOS Cokroaminoto no 10 YK
  • Genkschool : -
  • Alamat : Bener, tegalrejo, Sleman
  • Genkschool : NCZ (Nocazta)
  • Alamat : Jl. Laksda Laut Yos Sudarso 7 Yogyakarta
  • Genkschool : TNT (Tentara Nasioal Tigabhe) / Padmanaba
  • Alamat : Jl. Magelang, Karangwaru Lor, Yogyakarta
  • Genkschool : SMC (Sunday Morning Cartoon) / Patbhe
  • Alamat : Jl. Nyi. Pembayun 39 Kotagede, Yogyakarta
  • Genkschool : ROEVER (Repoeblik Five Revolution) / Mache
  • Alamat : Jl. Cornelis Simanjuntak 2 Kota Yogyakarta
  • Genkschool : GENEB / Namche
  • Alamat : Jl. M.T. Haryono 47 Yogyakarta
  • Genkschool : GBZ (Gerakan Barikade Zeven) / Seveners
  • Alamat : Jl. Sidobali No.I Muja Muju, Yogyakarta
  • Genkschool : CBZ (Canteen BoyZ) / Delayota
  • Alamat : Jl. Sagan 1 Yogyakarta
  • Genkschool : GANZA (Sagan Zatoe)
  • Alamat : Jl. Gadean No 5 Ngupasan, Yogyakarta
  • Genkschool : SMUTEN
  • Alamat : Jl. AM Sangaji 50 Yogyakarta
  • Genkschool : REM (Ras Eleven Mania) / Eleven
  • Alamat :Jl. Gotongroyong II Petinggen Karangwaru, Tegalrejo, Yogyakarta
  • Genkschool : OESTAD
  • Alamat : Jl. Kapas No 7 Yogyakarta
  • Genkschool : RANGER (Remaja Alim Neng Gelem Rusuh)
  • Alamat : Jl. Kapten P. Tendean No. 58 Yogyakarta / Jl. Wates Kadipiro Yogyakarta
  • Genkschool : GRIXER / Moega Holic
  • Alamat : Jl. Mondorakan No 51 Kotagede, Yogyakarta
  • Genkschool : WARRIOR
  • Alamat : Purwodiningratan Ng. I/902 a Yogyakarta
  • Genkschool : GHENIKS
  • Alamat : Jl. K.H Wahid Hasyim No.16 Yogyakarta
  • Genkschool : MOESIX
  • Alamat : Jl. Kapten Tendean 41Yogyakarta
  • Genkschool : RESPECT (Remaja Islami Perempatan Captain Tendean)
19. SMA BOPKRI 1
  • Alamat : Jl. Wardani 2 Yogyakarta
  • Genkschool : NBZ (Night BoyZ) / Bosa
20. SMA BOPKRI 2
  • Alamat : Jl. Jendral Sudirman 87 Yogyakarta
  • Genkschool : RIB (Revolution In Boda) / Boda
21. SMA Gajah Mada
  • Alamat : Yudonegaran GM II/208 Yogyakarta
  • Genkschool : GMH (Gadjah Mada Hooligans)
  • Alamat : Jl. Gejayan Mrican No. 5 Yogyakarta
  • Genkschool : REGAZT (Remaja Gama Berzatu) / Gama
23. SMA Kolese De Britto
  • Alamat : Depok, Laksda Adisucipto, Yogyakarta
  • Genkschool : LPZ / HIPPIES
23. SMA N 1 Depok
  • Alamat : Jalan Babarsari
  • Genkschool : BBÇ (Barikade Bocah Cuek)
24. SMA Pangudi Luhur
  • Alamat : Jl. P. Senopati 18 Yogyakarta
  • Genkschool : HAMMER / Palu 
25. SMA Taman Madya IP
  • Alamat : Taman Siswa 25.d Yogyakarta
  • Genkschool : -
  • Alamat : JL. Pakuningratan 34 A Yogyakarta
  • Genkschool : RAKIDH
27. SMA Piri 1 
  • Alamat : Jl. Kemuning 14 Baciro, Yogyakarta
  • Genkschool : REPIEZT
  • Alamat : Jl. Letjend MT Haryono 23 Yogyakarta
  • Genkschool : ROP (Revolution Of Piri)
29. MAN 1
  • Alamat : Jl. C. Simanjuntak No. 60, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta
  • Genkschool : GAZTA (Gerakan Zerdadu Terban)
30. MAN 2
  • Alamat : Jl. KHA. Dahlan Nomor. 130
  • Genkschool : MANUFER (MAN Dua Forever)
31. MAN 3
  • Alamat : Jl. Magelang Km. 4 Yogyakarta
  • Genkschool : MBZ (Moslem Battle Zone)
32. SMA Santo Mikael
  • Alamat : Warak, Sumberadi, Mlati, Sleman,Yogyakarta
  • Genkschool : SMICK (Saint Michael Commando)
33. SMA Sang Timur
  • Alamat : Jl. Batikan No. 7 Yogyakarta
  • Genkschool : MLB / MALIBU (Markas Besar Kali Mambu)
34. SMA Pangudiluhur
  • Alamat : Jl. P. Senopati 18 Prawirodirjan, Gondomanan, Yogyakarta
  • Genkschool : HAMMER
35. SMA N 1 Prambanan
  • Alamat : Madubaru, Madurejo, Prambanan, Sleman, Yogyakarta
  • Genkschool : RESPECT PRAZA (Remaja Suka Cita Penuh Canda Tawa Prambanan Zatoe)
36. SMA UII
  • Alamat : Jl. Sorowajan Baru ,Banguntapan, Banguntapan, Yogyakarta
  • Genkschool : BRADIZ (Brandalan Diziplin) 
37. SMA Colombo
  • Alamat : Jl Rajawali 10, Demangan, Gondokusuman, Yogyakarta
  • Genkschool : CDZ
Read More..